Kamis, 16 Januari 2025

cerpen

 House on The Hill

                          by:syfadnsyfra




Rumah itu bukan hanya sekedar bangunan, melainkan sebuah pelukan hangat ditengah dingin nya pegunungan. Bertengger di atas bukit, rumah kayu tua itu menawarkan pemandangan yang tak tertandingi; hamparan sawah hijau sejauh mata memandang, rintik hujan yang menari diatap rumah, dan langit malam yang dihiasi gemerlap bintang-bintang. 

Di sinilah keluarga kecil Fara tinggal. Ayah Fara seorang seniman lukis, sering menghabiskan waktu diteras belakang rumah, dengan kuas ditangan mengabadikan keindahan alam sekitar di dalam kanvas. Ibunya, seorang penulis, lebih suka berdiam diri diruang kerja kecilnya, mengetik di mesin tik tua, merangkai kata-kata menjadi sebuah cerita. 

Fara sendiri adalah gadis yang menyukai alam bebas. Setiap pagi, ia selalu bangun lebih awal untuk mengelilingi kebun bersama neneknya. Neneknya, seorang juru masak ulung, akan mengajari Fara membuat berbagai macam kue dan masakan tradisional. Aroma lezat dari dapur selalu memanggil Fara untuk segera sarapan. 

Rumah mereka penuh dengan cerita dan canda tawa bersama. Dinding-dindingnya dihiasi dengan lukisan karya Ayah Fara, rak-rak buku penuh dengan novel karya Ibunya, dan lemari kaca berisi koleksi boneka-boneka tua milik Fara. Setiap sudut rumah menyimpan banyak kenangan yang tak terlupakan. 

Saat sore hari, keluarga Fara sering berkumpul diruang tengah. Mereka menyalakan api unggun, lalu bercerita sambil menikmati secangkir teh hangat. Kadang, Ayah Fara memainkan gitar dan mereka semua bernyanyi bersama. 

Suatu hari, datanglah sekelompok pengembang properti yang ingin membeli tanah disekitar rumah mereka untuk dijadikan perumahan. Mereka menawarkan harga yang sangat tinggi, tetapi keluarga Fara menolaknya. Bagi mereka rumah diatas bukit itu bukan sekedar harta, melainkan warisan yang tak ternilai harganya. 

"Rumah ini lebih dari sekedar bangunan, Nak" kata Ayah Fara pada Fara. "Ini adalah tempat dimana kita tumbuh, belajar, dan saling menyayangi. Uang tidak bisa membeli kebahagiaan kita rasakan disini". 

Fara mengangguk setuju. Ia sangat mencintai rumahnya. Ia tidak ingin pindah ke tempat lain, meskipun itu berarti harus tinggal dirumah yang lebih besar dan lebih mewah. 

Akhirnya para pengembang properti itu menyerah. Mereka mengerti bahwa keluarga Fara sangat mencintai rumah mereka. Keluarga Fara pun bisa hidup dengan tenang dan bahagia dirumah impian mereka. 

Dari sini kita belajar bahwa tidak semua kebahagiaan berasal dari kemewahan karna terkadang kebahagiaan berasal dari keluarga kita sendiri. 
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

tugas PPJ tgl 5 februari

 LATIHAN SOAL variabel length subnet mask A. Soal Pilihan Ganda 1. Apa kepanjangan dari VLSM? A. Variable Local Subnet Mask B. Variable Leng...